Kemudahan akses ini dinilai sangat membantu masyarakat di daerah yang jauh dari kantor pertanahan atau instansi penerbit sertifikat. Data yang tersimpan secara digital membuat proses pengecekan, pengurusan dokumen, hingga pelacakan riwayat kepemilikan menjadi lebih praktis tanpa harus membawa map tebal berisi berkas.
Selain itu, digitalisasi sertifikat juga memudahkan instansi untuk melakukan pembaruan data secara real time. Ketika ada perubahan status kepemilikan atau pembaruan informasi, sistem dapat langsung melakukan sinkronisasi tanpa memerlukan penerbitan ulang dokumen fisik.
Ramah Lingkungan Jadi Nilai Tambah
Salah satu poin menarik yang disampaikan dalam video adalah aspek keberlanjutan lingkungan. Sertifikat elektronik membantu mengurangi penggunaan kertas dalam jumlah besar. Pada era digital ini, penghematan kertas menjadi isu penting mengingat produksi kertas berkaitan erat dengan penggundulan hutan dan limbah industri.
Dengan beralih ke sistem digital, instansi dapat mengurangi ketergantungan pada dokumen cetak. Selain lebih efisien, langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Komentar Kocak Soal Kelemahan Sertifikat Elektronik

