Dalam wawancara dengan Radar Tulungagung TV, Yan Christanto, Ketua BUMDes Pucanglaban, menyampaikan bahwa prosesi ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tapi juga simbol kebanggaan terhadap desa.
“Kali ini kita mengambil tema berbeda. Arak-arakan dari balai desa menuju pantai menjadi simbol bahwa kita harus bangga terhadap desa kita. Sedekah laut ini adalah bentuk syukur masyarakat kepada alam dan Sang Pencipta. Harapannya, kami semua mendapat berkah berupa kesehatan, keselamatan, dan kebahagiaan,” ujarnya.
Yang menarik, kegiatan ini juga turut diikuti oleh mahasiswa KKN dari berbagai universitas seperti UIN SATU, Unair, STMKG, dan UBHI, yang ikut terlibat dalam kegiatan budaya tersebut sebagai bentuk pengenalan dan pelestarian kearifan lokal.
Prosesi larungan menjadi puncak acara, ditandai dengan pelepasan sesaji ke laut sebagai simbol harapan akan kesejahteraan dan perlindungan dari bencana. Tradisi ini sarat nilai-nilai spiritual, budaya, serta mempererat rasa kebersamaan antarwarga.
Untuk menyaksikan langsung prosesi dan momen-momen budaya tersebut, kamu dapat melihat tayangan lengkapnya di kanal YouTube Radar Tulungagung TV.

