Danu bersama beberapa warga lain berinisiatif membuat jalur darurat sepanjang 100 meter dengan membabat semak belukar agar bisa dilewati sepeda motor secara bergantian. Jalur ini menjadi satu-satunya akses bagi warga yang ingin mencari rumput atau bagi para pemancing yang tetap ingin menuju Ranu Gumbolo.
Namun, Danu mengingatkan para wisatawan dan pemancing agar lebih waspada terhadap cuaca.
“Kalau ada awan gelap, lebih baik segera pergi. Kita tidak tahu titik mana yang bisa longsor lagi. Jangan sampai terjebak,” tambahnya.
Selasa sore, sebuah ekskavator tiba di lokasi untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT), yang mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan.
“PJT yang mengerahkan alat berat untuk membuka jalan yang tertutup,” jelas Gilang.
Saat ini, proses pembersihan masih berlangsung, dan warga diimbau untuk tetap berhati-hati mengingat potensi longsor susulan masih bisa terjadi.(DON/*)

