Salat Idul Fitri mengingatkan kita bahwa ibadah dan perbaikan diri tidak boleh berhenti setelah Ramadan berlalu. Ramadan hanyalah latihan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik sepanjang tahun.
4. Simbol Kemenangan Melawan Hawa Nafsu
Kemenangan sejati dalam Idul Fitri bukanlah sekadar kembali makan dan minum di siang hari, tetapi keberhasilan mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Salat Idul Fitri menjadi pengingat bahwa manusia sejati adalah mereka yang mampu mengendalikan diri dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
5. Menjaga Silaturahmi dan Memaafkan
Salah satu tradisi yang melekat pada Idul Fitri adalah saling bermaafan. Salat Idul Fitri menjadi momen yang tepat untuk membersihkan hati dari dendam, iri, dan amarah. Setelah menunaikan salat, umat Islam dianjurkan untuk saling bersalaman, berkunjung, dan mempererat hubungan kekeluargaan serta persaudaraan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim.)
Salat Idul Fitri bukan sekadar ibadah sunnah, tetapi juga sebuah peringatan penting bagi umat Islam. Ia mengajarkan nilai-nilai syukur, kebersamaan, ketakwaan, dan pengendalian diri.
Setelah Ramadan berlalu, semangat ibadah dan nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama sebulan penuh harus tetap dijaga. Dengan begitu, kemenangan sejati dalam Idul Fitri dapat diraih, yaitu kemenangan dalam memperbaiki diri dan semakin dekat kepada Allah SWT. (*)

