Yakult dapat menjadi pilihan minuman harian untuk membantu menjaga buang air besar tetap teratur.
4. Mendukung Penyerapan Nutrisi yang Lebih Baik
Di masa pertumbuhan, tubuh anak membutuhkan nutrisi seperti kalsium, vitamin, dan protein. Usus yang sehat akan menyerap nutrisi lebih optimal.
Dengan probiotik yang memperbaiki kondisi flora usus, Yakult turut membantu tubuh anak menyerap nutrisi penting dengan lebih efektif.
5. Membantu Mengurangi Risiko Infeksi Pencernaan
Bakteri baik dalam Yakult dapat melawan pertumbuhan bakteri jahat penyebab infeksi.
Ini membantu mencegah masalah seperti diare akut maupun infeksi saluran cerna lainnya yang kerap menyerang anak-anak.
6. Menjaga Keseimbangan Mikrobiota Usus
Aktivitas anak, pola makan yang tidak teratur, atau konsumsi makanan tinggi gula dapat mengganggu bakteri baik dalam usus.
Yakult membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus agar tetap sehat, sehingga kondisi tubuh anak tetap stabil.
7. Membantu Perbaikan Mood dan Konsentrasi
Kesehatan usus berhubungan erat dengan fungsi otak melalui gut-brain axis.
Pencernaan yang sehat dapat membantu anak lebih nyaman, tidak mudah rewel, serta membantu meningkatkan konsentrasi belajar.
Meski bukan pengganti nutrisi utama, Yakult dapat menjadi pendukung keseharian anak.
Tips Aman Memberikan Yakult pada Anak
- Berikan sesuai kebutuhan, cukup 1 botol per hari.
- Konsumsi secara rutin untuk manfaat optimal.
- Simpan di dalam kulkas agar kualitas probiotik tetap terjaga.
- Jangan menggantikan minuman bergizi utama seperti susu.
Yakult dapat menjadi minuman pendukung yang bermanfaat bagi anak di masa pertumbuhan. Dengan kandungan probiotik Lactobacillus casei Shirota, Yakult membantu menjaga kesehatan usus, meningkatkan imunitas, serta mendukung penyerapan nutrisi yang penting bagi perkembangan anak.
Meski demikian, konsumsi Yakult tetap perlu diimbangi dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat. (**)

