4. Membangun Interaksi Sosial
Melalui berbagai aktivitas kelompok dalam MPLS, siswa baru belajar bersosialisasi dengan teman sebaya. Mereka mulai membangun pertemanan, belajar bekerja sama, serta memahami arti toleransi dan empati. Ini adalah bekal awal yang penting untuk membentuk keterampilan sosial yang baik.
5. Mengenal Guru dan Staf Sekolah
Selama MPLS, siswa tidak hanya diperkenalkan dengan sesama teman, tetapi juga dengan guru-guru dan staf sekolah. Anak-anak akan mengenali siapa wali kelas mereka, guru olahraga, petugas kebersihan, dan sebagainya. Hal ini akan memudahkan komunikasi dan membangun kepercayaan antara siswa dan seluruh warga sekolah.
6. Menanamkan Semangat Belajar
Kegiatan MPLS di SD juga diarahkan untuk menumbuhkan minat dan semangat belajar. Guru dapat mengenalkan proses belajar mengajar secara menyenangkan, melalui cerita, lagu, permainan edukatif, dan media visual. Ini akan menciptakan asosiasi positif terhadap aktivitas belajar.
Pelaksanaan MPLS di jenjang Sekolah Dasar tidak hanya sebagai rutinitas awal tahun ajaran, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk membentuk fondasi pembelajaran yang kuat dan menyenangkan. Dengan perencanaan yang matang dan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak-anak SD, MPLS dapat menjadi pengalaman awal sekolah yang berkesan dan mendidik bagi setiap siswa baru.

