Dengan statusnya yang sudah aman, Jepang diprediksi akan kembali memainkan skuad lapis kedua, seperti saat mereka dikalahkan Australia 0-1 di matchday ke-9. Hal ini dinilai menjadi peluang besar bagi skuad Garuda. TheThao247 menuliskan bahwa pelatih Hajime Moriyasu kemungkinan akan menurunkan tim pelapis atau bahkan tim ketiga.
Sementara itu, motivasi tinggi tengah menyelimuti kubu Indonesia usai pencapaian bersejarah mereka. Perbedaan semangat dan motivasi antara kedua tim inilah yang disebut dapat memengaruhi hasil akhir secara tak terduga.
Kemenangan tipis atas China lewat penalti Ole Romeny menunjukkan bahwa Indonesia mampu tampil efektif di bawah tekanan. Dengan semangat juang tinggi dan tanpa beban, anak asuh Patrick Kluivert disebut berpeluang mencetak sejarah baru dalam laga melawan Jepang. (*)

