Galih menilai karakter lintasan Candi Dadi sangat menantang namun tetap fun. Beberapa segmen tanjakan masih memungkinkan untuk berlari, membuat pelari harus pintar mengatur ritme dan tenaga. Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan event, mulai dari venue yang unik dan ikonik, water station yang melimpah, hingga detail pendukung seperti medal, jersey, dan BIB yang sudah menggunakan timing chip.
“Venue keren, WS melimpah, medal, jersey bagus, BIB juga sudah pakai timing chip. Tahun depan wajib ikut lagi sih,” tambahnya.
Kehadiran Galih “BADAK” Candra dalam sesi Meet & Greet serta sebagai peserta ini menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi para peserta dan komunitas trail run di Tulungagung. Lebih dari sekadar ajang lomba, Roof Of Tulungagung kembali menegaskan diri sebagai ruang berbagi cerita, pengalaman, dan semangat antar pelari – dari pemula hingga jawara ultra.
Dengan lintasan legendaris Candi Dadi dan atmosfer kebersamaan yang kuat, Roof Of Tulungagung tak hanya menguji fisik, tetapi juga membangun mental dan mimpi para pelari untuk terus melangkah lebih jauh.
Urus dirimu!

