Mainberita – Operasi Patuh Semeru merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur, termasuk Polres di berbagai kota dan kabupaten, dalam rangka menertibkan pelanggaran lalu lintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara.
Namun, apa sebenarnya Operasi Patuh Semeru itu? Kapan pelaksanaannya? Dan apakah hanya berlaku di Jawa Timur atau ada di seluruh Indonesia dengan nama berbeda?
Operasi Patuh Semeru adalah bagian dari agenda nasional Operasi Patuh yang disesuaikan dengan nama sandi di masing-masing Polda. Di wilayah Polda Jawa Timur, operasi ini dinamakan “Semeru”—mengacu pada Gunung Semeru sebagai ikon tertinggi di Jawa Timur.
Operasi ini menyasar berbagai bentuk pelanggaran lalu lintas, seperti:
– Pengendara motor yang tidak memakai helm standar SNI
– Pengendara mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman
– Berkendara melebihi batas kecepatan
– Menggunakan ponsel saat berkendara
– Melawan arus
– Pengemudi di bawah umur
– Mengemudi dalam pengaruh alkohol
Selain penindakan, operasi ini juga bersifat edukatif, dengan mengedepankan tindakan preventif dan preemtif berupa sosialisasi, imbauan, serta pemasangan spanduk keselamatan.
Operasi Patuh Semeru biasanya digelar setiap tahun pada pertengahan hingga akhir Juli, berlangsung selama 14 hari. Jadwal pasti ditentukan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan diumumkan serentak secara nasional.

