Publik merespons positif, komentar-komentar di kolom media sosial banyak yang bernada sama sampai ada kalimat yang sedang viral “Tolong kasih jalan apabila ada mobil dengan plat nomor (Menteri Keuangan), karena sedang memperbaiki ekonomi Indonesia”. Di tengah era di mana banyak orang berusaha viral, Pak Purbaya justru menunjukkan jalur berbeda, viral tapi tetap dalam trek tugas negara. Fenomena ini bukan cuma soal popularitas seorang menteri, tapi juga semacam refleksi public, bahwa masyarakat Indonesia ternyata rindu pada sosok pejabat yang fokus bekerja, bukan ikut-ikutan tren. Kalau tren seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin ke depan kita akan punya banyak “Purbaya-Purbaya lain” di kursi pemerintahan, yang tidak takut populer, tapi tahu batas antara kerja dan pencitraan.
Karena pada akhirnya, viral boleh, asal tetap dalam trek, dan Pak Purbaya, tampaknya sedang menulis bab baruMenteriKeuangan PrabowoGibran dalam sejarah itu.

