Mainberita – Timnas Indonesia baru saja berhadapan dengan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 25 Maret. Laga ini menjadi ajang pembuktian bagi skuad Garuda di bawah arahan Patrick Kluivert setelah kekalahan telak dari Australia.
Sebagai pelatih, Kluivert dituntut untuk meracik strategi yang lebih solid. Ia perlu memperbaiki kelemahan di lini belakang dan mengoptimalkan lini serang, terutama dengan kehadiran striker naturalisasi, Ole Romeny. Pertandingan ini juga menjadi kesempatan berharga bagi Indonesia dalam persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kenangan Kelam dari Laga Melawan Bahrain
Dalam sejarah pertemuan kedua tim, ada satu momen pahit yang masih membekas. Pada 29 Februari 2012, di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2014, Indonesia yang saat itu diasuh oleh Aji Santoso mengalami kekalahan telak 10-0 dari Bahrain di Stadion Nasional Bahrain. Kekalahan tersebut menjadi salah satu hasil terburuk sepanjang sejarah sepak bola Indonesia.
Pada laga tersebut, Indonesia yang diperkuat banyak pemain muda harus bermain dengan 10 orang sejak menit ketiga setelah kiper Syamsidar mendapat kartu merah. Kondisi ini membuat Bahrain semakin leluasa menggempur pertahanan Indonesia. Meski menang besar, Bahrain tetap gagal melaju ke fase selanjutnya karena hasil di pertandingan lain tidak berpihak pada mereka.
Tantangan Baru: Cedera Mees Hilgers
Menjelang laga melawan Bahrain, Timnas Indonesia mendapat kabar kurang baik. Bek andalan, Mees Hilgers, dipastikan absen akibat cedera. Kehilangan Hilgers menjadi pukulan bagi tim karena ia dikenal dengan ketenangannya dalam mengawal lini belakang.

