Uji publik sebelumnya telah digelar di empat perguruan tinggi dengan format terbuka. Dari kegiatan itu, Fadli menuturkan, banyak masukan berharga yang memperkaya isi buku.
Proyek penulisan ulang sejarah ini melibatkan 112 sejarawan dan mencakup periode pemerintahan mulai dari Presiden pertama, Sukarno, hingga Presiden ketujuh, Joko Widodo. Karya tersebut disusun dalam 10 jilid dengan total sekitar 5.500 halaman.
Fadli menegaskan, tidak ada intervensi dari pihak Kementerian Kebudayaan dalam proses penyusunan ini. “Semua sepenuhnya diserahkan kepada para sejarawan,” pungkasnya. (*)
1 2

