Program SPPG sendiri bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi generasi muda, ibu hamil, serta santri, dalam rangka mendukung terwujudnya generasi emas 2045.
Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Jatisanan, Ahmad Tamim, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai keberadaan SPPG sangat membantu masyarakat dan sejalan dengan semangat pelayanan pesantren.
“Niat kami hanya satu, melayani sepenuh hati,” ujarnya.
Ahmad Tamim menambahkan, layanan SPPG di pesantrennya tidak hanya diperuntukkan bagi para santri, tetapi juga terbuka untuk masyarakat sekitar termasuk ibu hamil, lansia, dan anak sekolah.
“Target kami mencapai 3.500 penerima manfaat. Insyaallah besok mulai melayani seribu orang, dan sore nanti sudah beroperasi penuh,” jelasnya.

