Dalam video itu, para petani tampak melintasi tumpukan kayu yang dijadikan jalur darurat untuk menyeberang. Ember berisi durian pun dibawa di atas kepala agar tidak terjatuh. Tak hanya itu, mereka juga harus menyeberangi sungai dengan ketinggian air mencapai lutut dan arus yang cukup deras sambil memikul hasil panen. Disebutkan pula bahwa harga durian di wilayah Tapanuli Tengah saat ini berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per buah, jauh lebih rendah dibandingkan harga di daerah lain.
Kisah perjuangan tersebut menuai simpati luas dari warganet. Kolom komentar pun dipenuhi pesan empati, terutama terkait rendahnya harga durian dan beratnya akses yang harus dilalui para petani. Banyak warganet mengimbau agar pembeli tidak lagi menawar harga durian. Beberapa komentar di antaranya menyebut, “Mereka adalah orang-orang mulia yang tetap bekerja keras demi rezeki halal,” tulis akun @mur********.
Komentar lain berbunyi, “Kalau beli durian ini, tolong jangan ditawar,” tulis akun @cias***.
Ada pula yang membandingkan harga durian di Sumatera dengan daerah lain. “Di Sumatera Rp15.000, di Jogja bisa Rp70.000 sampai Rp80.000. Semoga ada donasi untuk memborong durian mereka,” tulis akun @bond********.
Warganet lainnya menambahkan, “Kalau bisa beli lebih mahal. Mereka bukan mencari untung besar, tapi sekadar agar bisa membeli makanan,” tulis akun @ridh*********.***

