Penyembelihan dan pendistribusian daging kurban memerlukan tenaga ekstra. Karena itu, masyarakat biasanya menjaga kebugaran agar bisa ikut serta secara aktif di hari H.
5. Ibadah dan Persiapan Spiritual
Selain persiapan fisik, umat Muslim juga memperbanyak ibadah:
Puasa sunnah Arafah (bagi yang tidak berhaji).
Dzikir, doa, dan introspeksi diri sebagai bentuk penghayatan makna kurban.
6. Menyambut Hari Raya dengan Pakaian Bersih
Meski tidak identik dengan pakaian baru seperti Idulfitri, umat Muslim tetap dianjurkan:
Memakai pakaian bersih dan rapi saat salat Id.
Menjaga kesederhanaan dan tidak berlebihan.
7. Silaturahmi dan Kebersamaan
Momen Iduladha juga menjadi ajang berkumpul bersama keluarga dan tetangga. Biasanya:
– Warga memasak daging kurban bersama.
– Menikmati hidangan khas seperti sate, gulai, atau tongseng.
Iduladha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tapi juga tentang menyembelih ego, keinginan pribadi, dan belajar memberi.
Meski tidak semeriah Idulfitri dalam hal busana atau mudik, makna Iduladha tak kalah dalam sisi spiritual dan sosialnya.
Dengan persiapan yang matang, semoga Iduladha tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. (*)

