Petualangan Bersepeda dari Pontianak ke Singkawang: Menyusuri Garis Katulistiwa dengan Keindahan Alam dan Kuliner Menggoda
Perjalanan bersepeda dari Pontianak menuju Singkawang adalah pengalaman yang luar biasa. Rute yang cenderung datar ini memberikan tantangan tersendiri, dengan cuaca panas yang terasa sangat menggigit karena melintasi garis katulistiwa. Meski demikian, setiap detik perjalanan terasa menyenangkan, dan saya sangat menikmati setiap langkahnya, apalagi ketika perjalanan membawa saya melewati keindahan alam yang tak terduga, mulai dari lahan gambut hingga ladang sawit yang luas.
Melintasi Garis Katulistiwa dengan Cuaca Panas yang Melingkupi
Pagi itu, saya memulai perjalanan dari Pontianak, ibukota Provinsi Kalimantan Barat, menuju Singkawang, sebuah kota kecil yang terkenal dengan budaya dan keindahan alamnya. Rute yang saya tempuh cukup lurus dan cenderung datar, namun cuaca yang terik benar-benar menguji stamina saya. Salah satu momen yang paling saya ingat adalah ketika saya melewati Monumen Katulistiwa, titik yang menandakan posisi saya berada tepat di atas garis khatulistiwa.
Cuaca yang panas dan terik benar-benar terasa menggigit, namun itu juga menjadi bagian dari pengalaman yang unik. Saat melintasi garis katulistiwa, saya merasa seakan berada di tengah-tengah dunia yang luar biasa, di mana matahari tampak begitu terik dan langit biru begitu cerah. Seringkali, saya berhenti untuk sejenak mengatur napas, menikmati suasana dan tentu saja mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan.

Rute yang Menyenangkan: Dari Lahan Gambut hingga Ladang Sawit
Meskipun cuacanya sangat panas, perjalanan bersepeda ini tetap menyenangkan. Jalanan yang saya lewati didominasi oleh pemandangan lahan gambut yang khas, dengan pepohonan dan semak belukar yang tampak luas dan alami. Tak jarang, saya melintas di antara ladang sawit yang hijau dan subur, menambah keindahan pemandangan dan memberi nuansa tropis yang begitu khas.
Rute ini memang cukup datar, membuat perjalanan terasa ringan dan cepat. Namun, saya tetap merasa tertantang untuk terus melaju, karena pemandangan yang saya temui begitu memikat dan tidak membosankan. Di beberapa titik, saya juga melintasi hutan-hutan kecil yang teduh, memberi saya kesempatan untuk sedikit berteduh dari terik matahari sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Kuliner Khas Pontianak dan Singkawang: Menggoda Selera di Setiap Perhentian

