Kapolres juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin dalam menangani konflik antar perguruan pencak silat. Ia menyoroti bahwa dalam satu tahun terakhir, kasus konflik antar perguruan di Kabupaten Tulungagung mengalami penurunan.
Selain itu, Kapolres mengajak seluruh peserta diskusi untuk membahas strategi dan tata cara dalam menciptakan situasi kamtibmas yang lebih kondusif di masa mendatang. Sesi diskusi yang berlangsung interaktif ini menghasilkan berbagai masukan dari peserta, yang diharapkan dapat menjadi pedoman dalam mencegah potensi konflik di kemudian hari.
Rakor yang berlangsung sejak pukul 19.30 WIB hingga 22.00 WIB ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta komunitas pencak silat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Tulungagung.(*)

