“Kalau mau cepat sampai, gas harus ditekan. Tapi tetap harus hati-hati agar mesin tidak panas,” katanya santai.
Gaya ini membuatnya digemari masyarakat, terutama generasi muda yang mulai tertarik memahami isu ekonomi tanpa harus membaca istilah ribet.
Namun, posisi Menteri Keuangan tentu bukan hanya soal popularitas. Purbaya kini memegang tanggung jawab besar menjaga defisit fiskal, stabilitas rupiah, dan kredibilitas Indonesia di mata investor global. Menggantikan sosok sekaliber Sri Mulyani jelas bukan perkara mudah. Meski begitu, banyak ekonom menilai, arah Purbaya cukup jelas: mendorong pertumbuhan tanpa kehilangan disiplin fiskal.
Perubahan gaya ini terasa hingga ke bawah. Beberapa kali, ia memilih mengunjungi pabrik, sawah, dan bank daerah bukan sekadar konferensi elite. Langkah itu membuat masyarakat menilai Purbaya bukan sekadar “pejabat keuangan”, tapi pejabat yang mengerti denyut ekonomi rakyat.
Sosok yang Jadi Harapan Baru, dalam waktu singkat, nama Purbaya menjadi simbol harapan baru. Tagar #PurbayaEffect bahkan sempat trending di media social, menggambarkan euforia publik terhadap gaya kepemimpinan yang segar dan membumi.
Di tengah dunia ekonomi yang sering terdengar kaku, Purbaya Yudhi Sadewa hadir sebagai angin segar. Seorang teknokrat dengan hati rakyat, yang berbicara jujur, berpikir cepat, dan sejauh ini berjalan di atas jalur yang dipercaya publik. Apakah ia akan mampu mempertahankan ritme dan ekspektasi tinggi ini? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal sudah jelas: Indonesia punya idola baru di bidang keuangan.

