Mainberita – Candi Borobudur, sebagai simbol warisan spiritual umat Buddha, menjadi pusat perayaan Hari Raya Waisak setiap tahunnya. Pada momen sakral ini, umat Buddha dari seluruh penjuru Indonesia dan dunia berkumpul untuk melakukan serangkaian upacara yang penuh makna.
Berikut ini adalah rangkaian upacara yang biasa dilakukan di Candi Borobudur saat Waisak, beserta makna mendalam di baliknya.
1. Pengambilan Air Suci dari Umbul Jumprit
Upacara Waisak diawali dengan pengambilan air suci dari Umbul Jumprit di Temanggung, Jawa Tengah. Air ini dianggap suci dan melambangkan pembersihan diri, ketenangan batin, serta kesucian hati dalam menjalani kehidupan. Air tersebut kemudian dibawa dalam prosesi menuju Borobudur untuk digunakan dalam ritual peribadatan.
2. Penyalaan Api Abadi dari Mrapen
Api abadi dari Mrapen, Grobogan, menjadi simbol penerangan dan kebijaksanaan. Dalam ajaran Buddha, api melambangkan cahaya kebenaran yang menuntun umat menuju pencerahan. Api ini juga digunakan untuk menyalakan lilin dan lentera dalam prosesi Waisak.
3. Prosesi Jalan Kaki dari Candi Mendut ke Borobudur
Salah satu ritual paling ikonik adalah prosesi jalan kaki sejauh 3 km dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, melewati Candi Pawon.

