MainBeritaTulungagung – Kegaduhan menyelimuti lingkungan SMKN 3 Boyolangu pada Selasa (20/1) pagi. Aktivitas belajar mengajar yang seharusnya berlangsung kondusif, mendadak lumpuh setelah ratusan siswa hingga tenaga pendidik dilaporkan mengalami gejala diare masal. Insiden ini disinyalir merupakan dampak dari konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya.
Waka Kesiswaan SMKN 3 Boyolangu, Yuga Hermawan, mengungkapkan bahwa pihak sekolah mencium adanya keganjilan ketika banyak siswa yang tidak kunjung masuk ke ruang kelas dengan alasan yang seragam, yakni mengalami gangguan pencernaan akut.
“Ketika kita tanya anak-anak alasannya terlambat masuk kelas ndak mengikuti pelajaran itu karena BAB ke toilet,” kata dia.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, fenomena ini ternyata tidak hanya menimpa satu atau dua orang saja. Berdasarkan koordinasi cepat melalui grup internal sekolah, terungkap bahwa sejumlah guru dan petugas yang bersinggungan langsung dengan pembagian makanan juga merasakan keluhan serupa. Keluhan yang muncul rata-rata berupa sakit perut hebat dan intensitas buang air besar yang tinggi.
Yuga menambahkan bahwa persebaran gejala ini cukup merata di hampir seluruh jurusan. Bahkan di salah satu kelas jurusan mesin, terdapat sembilan anak yang secara bersamaan melaporkan kondisi lemas akibat diare.
“Akhirnya saya kirim informasi ke grup WA. Ternyata teman-teman petugas, maksudnya dari guru sama tenaga pendidikan yang bertugas membagi MBG juga merasakan hal yang sama,” imbuhnya.
Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif dengan antrean siswa di UKS dan toilet yang membeludak, pihak sekolah akhirnya mengambil langkah tegas. Seluruh siswa diputuskan untuk dipulangkan lebih awal guna mendapatkan perawatan medis yang lebih memadai di fasilitas kesehatan terdekat. Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan penyedia makanan untuk menghentikan sementara distribusi menu pada hari tersebut.

