“Dipulangkan semua karena untuk antisipasi biar mereka bisa ke puskesmas atau ke fasilitas kesehatan, atau misalkan yang bolak-balik ke toilet bisa mereka kondisikan sendiri,” tegas Yuga.
Sementara itu, Sekretaris Satgas Percepatan MBG Tulungagung, Sony Welly Ahmadi, membenarkan adanya laporan insiden tersebut. Pihaknya bersama jajaran lintas sektor yang terdiri dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Gizi Nasional (BGN), Bappeda, serta Dinas Ketahanan Pangan telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi dan pengambilan sampel.
Berdasarkan hasil pemetaan sementara, gejala sakit perut masal tersebut memiliki masa inkubasi sekitar 12 jam setelah para siswa menyantap menu MBG pada hari Senin (19/1) pagi. Sony menjelaskan, bahwa koordinasi dengan Kasatgas dan Kepala Daerah telah dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan maksimal.
“Ternyata itu hasil daripada makanan yang hari kemarin tanggal 19 pukul 09.00 pagi, baru terasa sakitnya setelah 12 jam kejadian,” terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, Satgas MBG terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para siswa di masing-masing wilayah tempat tinggal mereka.
“Untuk mengantisipasi keluhan lanjutan sudah mengkonfirmasikan ke masing-masing puskesmas,” ujarnya. (dit/ari)

