27.3 C
Tulungagung
Friday, April 10, 2026
Home Berita Pendidikan Ratusan Siswa SMKN 3 Boyolangu Tumbang, Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis

Ratusan Siswa SMKN 3 Boyolangu Tumbang, Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis

MainBeritaTulungagung – Kegaduhan menyelimuti lingkungan SMKN 3 Boyolangu pada Selasa (20/1) pagi. Aktivitas belajar mengajar yang seharusnya berlangsung kondusif, mendadak lumpuh setelah ratusan siswa hingga tenaga pendidik dilaporkan mengalami gejala diare masal. Insiden ini disinyalir merupakan dampak dari konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya.

Waka Kesiswaan SMKN 3 Boyolangu, Yuga Hermawan, mengungkapkan bahwa pihak sekolah mencium adanya keganjilan ketika banyak siswa yang tidak kunjung masuk ke ruang kelas dengan alasan yang seragam, yakni mengalami gangguan pencernaan akut.

“Ketika kita tanya anak-anak alasannya terlambat masuk kelas ndak mengikuti pelajaran itu karena BAB ke toilet,” kata dia.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, fenomena ini ternyata tidak hanya menimpa satu atau dua orang saja. Berdasarkan koordinasi cepat melalui grup internal sekolah, terungkap bahwa sejumlah guru dan petugas yang bersinggungan langsung dengan pembagian makanan juga merasakan keluhan serupa. Keluhan yang muncul rata-rata berupa sakit perut hebat dan intensitas buang air besar yang tinggi.

Baca Juga  Tolak Dilantik Kabid, Muhadi Disanksi Penurunan Pangkat Setahun

Yuga menambahkan bahwa persebaran gejala ini cukup merata di hampir seluruh jurusan. Bahkan di salah satu kelas jurusan mesin, terdapat sembilan anak yang secara bersamaan melaporkan kondisi lemas akibat diare.

“Akhirnya saya kirim informasi ke grup WA. Ternyata teman-teman petugas, maksudnya dari guru sama tenaga pendidikan yang bertugas membagi MBG juga merasakan hal yang sama,” imbuhnya.

Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif dengan antrean siswa di UKS dan toilet yang membeludak, pihak sekolah akhirnya mengambil langkah tegas. Seluruh siswa diputuskan untuk dipulangkan lebih awal guna mendapatkan perawatan medis yang lebih memadai di fasilitas kesehatan terdekat. Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan penyedia makanan untuk menghentikan sementara distribusi menu pada hari tersebut.

Baca Juga  Sejak Kapan MPLS Dilaksanakan di Indonesia? Begini Sejarahnya

“Dipulangkan semua karena untuk antisipasi biar mereka bisa ke puskesmas atau ke fasilitas kesehatan, atau misalkan yang bolak-balik ke toilet bisa mereka kondisikan sendiri,” tegas Yuga.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Percepatan MBG Tulungagung, Sony Welly Ahmadi, membenarkan adanya laporan insiden tersebut. Pihaknya bersama jajaran lintas sektor yang terdiri dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Gizi Nasional (BGN), Bappeda, serta Dinas Ketahanan Pangan telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi dan pengambilan sampel.

Berdasarkan hasil pemetaan sementara, gejala sakit perut masal tersebut memiliki masa inkubasi sekitar 12 jam setelah para siswa menyantap menu MBG pada hari Senin (19/1) pagi. Sony menjelaskan, bahwa koordinasi dengan Kasatgas dan Kepala Daerah telah dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan maksimal.

Baca Juga  Mangkir Dilantik jadi Kabid PAUD, Kepala SDN 1 Kampungdalem Tulungagung Disanksi

“Ternyata itu hasil daripada makanan yang hari kemarin tanggal 19  pukul 09.00 pagi,  baru terasa sakitnya setelah 12 jam kejadian,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, Satgas MBG terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para siswa di masing-masing wilayah tempat tinggal mereka.

“Untuk mengantisipasi keluhan lanjutan sudah mengkonfirmasikan ke masing-masing puskesmas,” ujarnya. (dit/ari)