Sejak penetapan Hari Jadi pada 18 November 1205, Tulungagung terus tumbuh menjadi kabupaten yang dinamis. Dari sentra marmer terbesar di Indonesia, pusat pertanian, kawasan pesisir selatan yang menawan, hingga lahirnya beragam tradisi kuat seperti Jaranan, Reyog Kendhang, dan seni rakyat lainnya, Tulungagung menjelma menjadi rumah bagi keberagaman budaya yang hidup.
Momentum Hari Jadi ke-820 tahun ini menjadi ruang refleksi. Bahwa Tulungagung bukan hanya nama daerah, tetapi rangkaian perjalanan panjang peradaban: dari Wajak, dari Boyolangu, dari Ngrowo, sampai Tulungagung modern yang terus membangun diri.
Di tengah pesatnya perkembangan zaman, peringatan ini mengajak seluruh masyarakat untuk menengok ke belakang, bukan untuk berhenti, tetapi untuk mengingat dari mana daerah ini berasal. Karena hanya dengan memahami sejarahnya, Tulungagung dapat melangkah lebih mantap menuju masa depan.
Selamat Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung.
Semoga sejarah panjang ini terus menjadi pengingat bahwa tanah ini memiliki warisan besar yang patut dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

