MAINBERITA TULUNGAGUNG – Tak semua orang berani menantang batasnya sendiri. Tapi bagi Rheza Akbar, setiap langkah di lintasan adalah perjalanan spiritual: menaklukkan rasa takut, ragu, dan lelah dalam satu tarikan napas.
Akhir pekan ini, 8–9 November 2025, Rheza siap menantang dirinya dalam event BTS (Bromo Tengger Semeru) 100, salah satu ajang ultra trail run paling berat di Indonesia. Bukan sekadar berlari — ia akan menempuh 170 kilometer jalur ekstrem di kawasan Bromo Tengger Semeru National Park, dengan ketinggian, kabut, dan suhu dingin yang siap menguji mental para pelari tangguh.
Namun, bagi Rheza, ini bukan tentang piala.
Ini tentang melawan diri sendiri.
“Setiap kilometer itu bukan tentang kecepatan, tapi tentang bagaimana aku bisa terus berjalan, bahkan ketika pikiranku bilang berhenti,”
Spirit Rheza mengingatkan kita bahwa menang bukan selalu berarti menjadi yang tercepat. Kadang, kemenangan sejati adalah ketika seseorang berani melangkah dan melawan diri sendiri.
Perjalanan ini adalah simbol keberanian dan keteguhan hati. Setiap tanjakan di Bromo, setiap desir angin di Semeru, akan menjadi saksi bagaimana seorang anak manusia menulis kisahnya dengan langkah kaki.
Bagi kita, Rheza bukan hanya pelari. Ia adalah cerminan semangat untuk terus menantang diri sendiri, dalam bentuk apa pun — entah di lintasan lari, pekerjaan, atau kehidupan.
Mari kita kirimkan dukungan terbaik untuk Rheza Akbar, sang penakluk batas, yang saat ini sedang berlari membawa semangat kita semua di jalur legendaris Bromo Tengger Semeru.
Selamat berjuang, Rheza!
Langkahmu bukan hanya langkahmu sendiri — tapi langkah bagi semua yang sedang belajar percaya bahwa kita bisa lebih kuat dari yang kita kira.

