32.4 C
Tulungagung
Friday, April 10, 2026
Home Berita Kesehatan RSUD dr. Iskak – FKG UB Perkuat Sinergi Pendidikan Klinis, Fokus Kolaborasi...

RSUD dr. Iskak – FKG UB Perkuat Sinergi Pendidikan Klinis, Fokus Kolaborasi Interprofesi Dan Kegawatdaruratan

0
1

TULUNGAGUNG, MainBerita.com – RSUD dr Iskak menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya, Kamis (29/01/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan kerja sama pendidikan klinis, khususnya pada stase Interprofessional Collaboration (IPC) dan Emergency Medicine (EM).

Rombongan dipimpin langsung oleh Dekan FKG UB, drg. Yuanita Lely Rachmawati, M.Kes. Agenda diawali dengan peninjauan lapangan, meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), layanan Public Safety Center (PSC), ruang rawat inap, hingga fasilitas asrama mahasiswa koas.

Dalam kunjungan tersebut, tim Monev menyaksikan secara langsung implementasi kolaborasi interprofesi di lingkungan rumah sakit. Mahasiswa kedokteran gigi dilibatkan dalam penanganan pasien secara komprehensif bersama dokter spesialis dan tenaga kesehatan lainnya, mulai dari proses triase di IGD, tata laksana medis, hingga tindak lanjut rawat inap.

Dekan FKG UB menyampaikan apresiasi atas dukungan RSUD dr Iskak dalam mendampingi mahasiswa selama menempuh pendidikan profesi. Ia menilai, rumah sakit daerah tersebut memiliki sistem pelayanan gawat darurat yang terintegrasi serta budaya kolaborasi antarprofesi yang kuat.

“Kami berterima kasih atas penerimaan dan dukungan RSUD dr Iskak kepada mahasiswa kami. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan umpan balik untuk memastikan capaian kompetensi sesuai standar dokter gigi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Iskak, dr. Moch. Ravi Tanwirul Afkara, M.MRS, menegaskan komitmen rumah sakit dalam mendukung proses pendidikan klinis mahasiswa FKG UB. Menurutnya, penguatan stase IPC dan Emergency Medicine menjadi aspek penting dalam membekali calon dokter gigi dengan kemampuan respons awal pada situasi kegawatdaruratan.

Pada stase IPC, mahasiswa turut mengikuti morning report dan berinteraksi langsung dengan berbagai profesi kesehatan di ruang perawatan maupun poliklinik. Program ini dirancang untuk memperkuat orientasi lingkungan kerja, komunikasi lintas disiplin, serta pemahaman alur pelayanan pasien di rumah sakit umum.

Melalui kunjungan ini, kedua institusi berharap terjalin sinergi yang semakin solid antara standar akademik dan praktik klinis di lapangan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mencetak lulusan dokter gigi yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga adaptif, sigap dalam kondisi darurat, dan mampu bekerja dalam tim multidisiplin.