Gubernur Jawa Timur kerap menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi perjuangan dan tanggung jawab untuk membawa Jawa Timur terus maju — sebagaimana pesan leluhur: “Jer Basuki Mawa Béya,” yang bermakna setiap keberhasilan memerlukan pengorbanan dan usaha besar.
Dari Semangat 1945 ke Jawa Timur Cettar. Kini, semangat perjuangan itu diterjemahkan ke dalam jargon pemerintahan modern: Cettar — Cepat, Efektif, Tanggap, Transparan, Akuntabel, dan Responsif. Sebuah bentuk adaptasi nilai-nilai kepahlawanan R.M.T.A. Soerjo ke dalam tata kelola pemerintahan masa kini.
Jawa Timur bukan hanya daerah dengan sejarah panjang, tapi juga provinsi yang dikenal tangguh, pekerja keras, dan kreatif. Dari Surabaya hingga Banyuwangi, dari Blitar hingga Madura, semangat “arek-arek Jatim” selalu hidup di setiap langkah pembangunan.
Selamat Hari Jadi Jawa Timur. Semoga semangat perjuangan para pendahulu terus mengalir dalam kerja nyata anak negeri hari ini. Karena seperti kata pepatah Jawa itu, “Jer Basuki Mawa Béya” tidak ada kemajuan tanpa perjuangan.

