Akses terhadap pendidikan dan teknologi yang semakin terbuka memberi ruang bagi perempuan untuk tumbuh dan bersaing secara global.
Namun, perjuangan belum selesai. Masih ada tantangan, seperti kesenjangan akses digital, diskriminasi, hingga kekerasan berbasis gender yang perlu terus diperjuangkan.
Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan beliau dan menerapkannya dalam konteks kekinian.
Ini bukan sekadar mengenakan kebaya atau merayakan dengan lomba–tetapi tentang bagaimana perempuan bisa terus menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Mari kita terus hidupkan semangat Kartini. Bukan hanya untuk perempuan, tetapi untuk seluruh masyarakat Indonesia agar lebih adil, setara, dan maju. (*)

