Faktor ini, ditambah dengan adanya laporan bahwa beberapa siswa sempat membeli jajanan di luar lingkungan sekolah, menjadi variabel yang sedang ditelaah lebih jauh oleh tim investigasi.
“Saat ini kami juga masih melakukan investigasi juga apakah memang ini murni dari permasalahan pencernaan yang timbul akibat konsumsi dari menu di MBG ataukah dari yang lain,” tegasnya.
Guna mengantisipasi adanya korban tambahan, Dinkes Tulungagung menyatakan akan terus melakukan pemantauan ketat di lingkungan sekolah maupun puskesmas. Mengingat masa inkubasi bakteri atau zat tertentu yang bisa bervariasi, pengawasan akan dilakukan dalam kurun waktu beberapa hari ke depan.
“Seperti kejadian sudah-sudah, kita tetap memantau, kita waspada paling tidak sampai 3×24 jam ke depan. Kita tidak tahu jenis kalau misalkan bakterinya seperti apa, kalau misalkan apa mungkin ada pertambahan kasusnya kita juga tetap pantau,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan penyedia makanan belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut, sementara sampel makanan dari lokasi kejadian telah diamankan untuk dilakukan uji laboratorium.
Lalu, hingga Kamis malam juga belum ada laporan penambahan jumlah siswa yang mengalami keracunan. Meski begitu, Dinkes dan pihak terkait tetap bersiaga, mengingat potensi munculnya korban susulan terbilang tinggi. (dit/ari))

