Ia menjelaskan bahwa ketika sarana prasarana rusak, Kemenkes akan menyesuaikan tindakan sesuai kebutuhan bidang kesehatan.
Benjamin juga memastikan bahwa saat ini jumlah tenaga medis lokal masih mencukupi, sehingga belum dibutuhkan tambahan dokter atau perawat dari luar daerah. “Dokter dan perawat di sana masih aman, tidak perlu kirim dari Jawa,” katanya.
Ancaman Penyakit Pascabanjir
Warga terdampak diminta mewaspadai penyakit yang sering muncul setelah banjir, seperti leptospirosis dan diare.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan stok obat-obatan yang dibutuhkan.
“Kami sudah menyiapkan strategi agar pemerintah daerah mendapat dukungan penuh dari pusat, termasuk pengiriman obat yang diperlukan,” ujarnya.
Bantuan Logistik dan Tenaga Medis
Dalam rapat dengan Menko PMK dan kementerian terkait, Kemenkes menyampaikan bahwa mereka telah mengirimkan logistik kesehatan, obat-obatan, serta bahan medis habis pakai.
Bantuan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil juga telah dikirimkan.
Selain itu, tenaga medis cadangan seperti dokter, perawat, ahli kesehatan lingkungan, dan epidemiolog turut dikerahkan untuk memperkuat penanganan kesehatan di lokasi bencana.
Fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit telah disiapkan untuk memberikan layanan kepada warga yang terdampak. (*)

