Tak hanya itu, Disporapar Kota Malang juga akan melakukan koordinasi dengan sejumlah stakeholder. Termasuk pegiat UMKM di Kota Malang, sehingga kegiatan dua tahunan ini bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Terakhir, soal maskot pihaknya sudah melakukan sayembara desain maskot. Dari ratusan peserta, sudah ditetapkan satu karya yang menjadi pemenang.
“Sudah diseleksi dan sudah kami FGD dengan asosiasi desain dan sebagainya, sehingga maskot ini benar-benar mewakili Kota Malang. Bahkan kami akan launching khusus maskot Kota Malang tanggal 6 Desember besok. Namun, seperti masih apanya masih kami tutup dan akan kami sampaikan saat launching,” pungkasnya.
Dengan gelaran ini, Baihaqi berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Malang untuk sama-sama berperan menyukseskan gelaran tersebut dengan menjadi tuan rumah yang baik menyambut belasan ribu orang yang akan datang dari 38 kontingen di Jatim.
Sementara itu Wakil Ketua KONI Jatim Irmantara Subagio mengatakan bahwa dalam waktu dekat tim dari KONI Jatim dan para technical delegate akan melakukan peninjauan venue untuk melihat apakah sudah layak untuk digunakan atau tidak.
“KONI Jatim belum mengeluarkan SK untuk masing-masing venue, karena kita akan ajak technical delegate menyaksikan sendiri kesiapan venue-venue tersebut. Dengan kata lain masukan dari technical delegate akan menjadi salah satu faktor tempat itu layak jadi venue Porprov, ” kata Ibag, sapaan akrab Irmantara Subagio.

