Meski sudah berpisah, Steven mengakui bahwa perasaannya kepada Arafah belum hilang. Ia bahkan mengatakan akan sangat bahagia jika Arafah bersedia kembali menerimanya.
Steven juga menyebut bahwa keputusannya menjadi mualaf adalah proses pribadi yang lahir dari pencarian spiritualnya, bukan karena orang lain.
Ia merasa tenang dan menemukan kedamaian saat mulai mengenal Islam lebih dalam.
Kini, Steven memilih untuk fokus memperbaiki diri dan menjalani hidup dengan lebih bermakna.
Ia berharap keputusan spiritual yang ia ambil bisa membawa ketenangan, serta membuka lembaran baru yang lebih baik dalam hidupnya, terlepas dari kisah cintanya yang telah berlalu. (*)

