Menariknya, terdapat perbedaan tajam antara negara berkembang dan negara maju. Negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat menunjukkan tingkat kewaspadaan lebih tinggi terhadap AI, sementara masyarakat di negara maju relatif lebih tenang.
Indonesia, bersama India dan Pakistan, masuk dalam kelompok dengan tingkat kecemasan tertinggi: 76 persen responden Indonesia merasa pekerjaan mereka terancam digantikan mesin dalam satu dekade mendatang.
Sebaliknya, masyarakat di negara maju seperti Jerman (34 persen) dan Jepang (hanya 5 persen) relatif lebih percaya diri bahwa sistem kerja mereka aman dari otomatisasi.
Temuan ini menegaskan bahwa persepsi terhadap risiko AI sangat dipengaruhi faktor ekonomi, budaya, dan kebijakan ketenagakerjaan di tiap negara.
Bagi Indonesia, hasil survei ini dapat menjadi peringatan penting: alih-alih hanya larut dalam kecemasan, pekerja dituntut mulai menyesuaikan diri dengan keterampilan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

