4. Festival Kue Bulan – Merayakan Kebersamaan
Juga dikenal sebagai Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid-Autumn Festival), perayaan ini jatuh pada tanggal 15 bulan 8 dalam kalender Tionghoa.
Orang-orang merayakannya dengan makan kue bulan (mooncake) sambil menikmati keindahan bulan purnama.
Festival ini melambangkan kebersamaan dan rasa syukur.
5. Festival Hantu Lapar – Menghormati Arwah Leluhur
Festival ini jatuh pada bulan ke-7 dalam kalender Tionghoa dan dipercaya sebagai waktu di mana arwah leluhur kembali ke dunia.
Masyarakat Tionghoa melakukan berbagai ritual, termasuk memberikan sesaji, membakar dupa, dan melepaskan lampion di air sebagai bentuk penghormatan kepada roh leluhur.
Setiap perayaan ini memiliki makna budaya dan spiritual yang mendalam, menunjukkan betapa kaya dan beragam tradisi dalam masyarakat Tionghoa.
Dari penghormatan terhadap leluhur hingga perayaan kebersamaan, semua festival ini menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai tradisional yang telah diwariskan selama ribuan tahun.
Itulah beberapa perayaan penting dalam budaya Tionghoa selain Imlek. Perayaan mana yang menurutmu paling menarik? (*)

