Meskipun merasa tidak nyaman dengan komentar sinis atau tatapan tajam dari masyarakat akibat peran yang ia bawakan, ia tetap menjaga profesionalitas dan memisahkan diri dari karakter yang ia perankan.
“Namanya juga akting,” ucap Devina sambil tertawa ringan. Ia menegaskan bahwa karakter dalam film tidak mencerminkan kepribadian aslinya.
Praz Teguh pun memberikan pujian atas keberanian Devina menerima karakter-karakter yang menantang, dan menekankan pentingnya fleksibilitas seorang aktor dalam memainkan berbagai peran, termasuk yang berkonflik secara moral.
Menariknya, di balik citra kontroversial peran-perannya, Devina justru memiliki impian yang sangat mulia: menjadi guru taman kanak-kanak.
Impian ini menunjukkan sisi lembut dan pedulinya terhadap dunia anak-anak, sangat kontras dengan karakter-karakter intens yang sering ia bawakan di layar. (*)

