“Perikanan. Di Tulungagung itu yang paling tinggi itu sektor perikanan,” tegas perempuan berhijab ini.
Kendati demikian, dinamika investasi di Tulungagung tidaklah statis. Imroatul memberikan catatan bahwa posisi antar-sektor kerap mengalami fluktuasi berdasarkan evaluasi per triwulan. Sektor perdagangan dan pertanian sering kali saling susul-menyusul di posisi kedua dan ketiga, tergantung pada kondisi pasar dan musim.
“Nomor dua (industri dan UMKM). Terus perdagangan. Kadang-kadang nomor tiga pertanian. Jadi ada fluktuasi. Tapi yang sektor tertinggi itu perikanan di Tulungagung investasinya,” jelasnya.
Lalu, meski dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sejak 2022 perikanan selalu unggul, terdapat anomali pada data terbaru. Pada triwulan III 2025, sektor perdagangan eceran sempat menyalip posisi perikanan. Hal ini menjadi indikator bahwa iklim investasi di Tulungagung mulai mengalami diversifikasi yang cukup dinamis.
“Tapi untuk 2022, tiga tahun terakhir, itu tetap yang unggul itu perikanan. Cuma di triwulan III kemarin ada pergeseran. Di 2025 itu yang tertinggi menjadi perdagangan eceran. Baru di bawahnya perikanan,” paparnya. (dit/ari)

