Menariknya, jaringan Cinepolis Indonesia membatalkan penayangan film ini, meski sebelumnya sudah dijadwalkan rilis pada tanggal yang sama.
Keterbatasan layar berpengaruh besar pada jumlah penonton hari pertama. Data dari Cinepoint menunjukkan Merah Putih: One For All hanya berhasil menarik sekitar 720 penonton. Angka ini terpaut jauh dari film lain yang tayang pada hari yang sama, seperti La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka yang meraih 81.807 penonton, Tinggal Meninggal dengan 25.054 penonton, dan Panggilan Dari Kubur yang mencapai 14.341 penonton.
Film garapan sutradara Endiarto dan Bintang Takari ini mengisahkan delapan anak dari berbagai daerah dan budaya di Indonesia yang bersatu demi menyelamatkan bendera pusaka desa mereka.

