27.8 C
Tulungagung
Friday, April 10, 2026
Home Berita Kesehatan Tim Gabungan Sisir SMKN 3 Boyolangu, Telusuri Dampak Dugaan Keracunan Melalui Survei...

Tim Gabungan Sisir SMKN 3 Boyolangu, Telusuri Dampak Dugaan Keracunan Melalui Survei Epidemiologi

MainBeritaTulungagung – Tim gabungan dari Satgas Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Tulungagung bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat melakukan pelacakan terhadap kondisi kesehatan siswa SMKN 3 Boyolangu pada Rabu (21/1).

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas laporan adanya dugaan keracunan massal yang dialami sejumlah siswa usai menyantap menu MBG pada Selasa (20/1) kemarin.

Sekretaris Satgas Percepatan MBG Tulungagung, Sony Welly Ahmadi menjelaskan, bahwa langkah survei epidemiologi ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan hingga tenaga medis dari Puskesmas Boyolangu dan Puskesmas Beji.

Menurut Sony, tim fokus melakukan pendataan terhadap seluruh siswa di 51 kelas yang ada di SMKN 3 Boyolangu. Berdasarkan data sementara hingga Rabu siang, tercatat ada sekitar 70 siswa yang tidak masuk sekolah, karena alasan kesehatan dari total sasaran sebanyak 2.000 siswa.

Baca Juga  Ratusan Siswa SMKN 3 Boyolangu Tumbang, Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis

“Hari ini (Rabu) kami dari tim Satgas MBG Kabupaten Tulungagung bersama dengan Dinas Kesehatan, kemudian dengan (Dinas) Ketahanan Pangan, dan Puskesmas Boyolangu dan Puskesmas Beji melaksanakan survei epidemiologi (untuk) menganalisa, mencari anak-anak yang masih ada keluhan-keluhan,” bebernya.

Meski sebagian besar siswa yang masuk terlihat sehat secara visual, pihaknya tetap menerapkan protokol deteksi dini dan kewaspadaan tinggi. Pendataan dilakukan menggunakan sistem barcode untuk mempercepat proses verifikasi keluhan siswa secara langsung.

“Sementara ini masih kita data. Akhirnya pada hari ini dari sekitar 2.000 sasaran itu yang tidak masuk kurang lebih sekitar 70 orang yang masih belum bisa mengikuti pelajaran,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tulungagung, dr. Aris Setiawan, menekankan bahwa pengawasan tidak hanya berhenti pada siswa yang hadir di sekolah. Dinkes tengah berupaya menghubungi para siswa yang saat ini sedang beristirahat di rumah masing-masing agar tetap terpantau dalam data survei epidemiologi.

Baca Juga  Reforma Agraria, Upaya Kementerian ATR/BPN Wujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Tanah untuk Rakyat

“Kalau pemantauan SE-nya, karena posisinya ada di rumah, kita nanti tetap akan mendata tempatnya di mana. Karena tadi sudah dicari dari yang bersurat hari ini, yang izin hari ini kita kontak nomor teleponnya,” tegasnya.

Hingga saat ini, tim medis terus memantau perkembangan kondisi kesehatan siswa yang sempat mengeluhkan gejala mual atau pusing. dr. Aris menyebutkan bahwa berdasarkan koordinasi dengan pihak sekolah, kondisi para siswa menunjukkan tren yang bervariasi, namun mayoritas mulai berangsur pulih.

“Kondisi tadi saya konfirmasi ke guru BK-nya dalam artian sudah mulai ada yang membaik. Ataupun juga yang masih dalam pemantauan tidak karena masing-masing orang keluarnya bisa berbeda-beda,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Hadiri Musrenbang RKPD 2026, Pemkab Blitar Fokuskan Hal Ini

Beruntung, meski insiden ini sempat memicu kekhawatiran, hingga Rabu sore belum ada laporan mengenai siswa yang harus mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan.

“Sampai saat ini belum ada yang rawat inap,” ungkapnya. (dit/ari)