MainBeritaTulungagung – Tim gabungan dari Satgas Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Tulungagung bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat melakukan pelacakan terhadap kondisi kesehatan siswa SMKN 3 Boyolangu pada Rabu (21/1).
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas laporan adanya dugaan keracunan massal yang dialami sejumlah siswa usai menyantap menu MBG pada Selasa (20/1) kemarin.
Sekretaris Satgas Percepatan MBG Tulungagung, Sony Welly Ahmadi menjelaskan, bahwa langkah survei epidemiologi ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan hingga tenaga medis dari Puskesmas Boyolangu dan Puskesmas Beji.
Menurut Sony, tim fokus melakukan pendataan terhadap seluruh siswa di 51 kelas yang ada di SMKN 3 Boyolangu. Berdasarkan data sementara hingga Rabu siang, tercatat ada sekitar 70 siswa yang tidak masuk sekolah, karena alasan kesehatan dari total sasaran sebanyak 2.000 siswa.
“Hari ini (Rabu) kami dari tim Satgas MBG Kabupaten Tulungagung bersama dengan Dinas Kesehatan, kemudian dengan (Dinas) Ketahanan Pangan, dan Puskesmas Boyolangu dan Puskesmas Beji melaksanakan survei epidemiologi (untuk) menganalisa, mencari anak-anak yang masih ada keluhan-keluhan,” bebernya.
Meski sebagian besar siswa yang masuk terlihat sehat secara visual, pihaknya tetap menerapkan protokol deteksi dini dan kewaspadaan tinggi. Pendataan dilakukan menggunakan sistem barcode untuk mempercepat proses verifikasi keluhan siswa secara langsung.
“Sementara ini masih kita data. Akhirnya pada hari ini dari sekitar 2.000 sasaran itu yang tidak masuk kurang lebih sekitar 70 orang yang masih belum bisa mengikuti pelajaran,” imbuhnya.

