Di sisi lain, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tulungagung, dr. Aris Setiawan, menekankan bahwa pengawasan tidak hanya berhenti pada siswa yang hadir di sekolah. Dinkes tengah berupaya menghubungi para siswa yang saat ini sedang beristirahat di rumah masing-masing agar tetap terpantau dalam data survei epidemiologi.
“Kalau pemantauan SE-nya, karena posisinya ada di rumah, kita nanti tetap akan mendata tempatnya di mana. Karena tadi sudah dicari dari yang bersurat hari ini, yang izin hari ini kita kontak nomor teleponnya,” tegasnya.
Hingga saat ini, tim medis terus memantau perkembangan kondisi kesehatan siswa yang sempat mengeluhkan gejala mual atau pusing. dr. Aris menyebutkan bahwa berdasarkan koordinasi dengan pihak sekolah, kondisi para siswa menunjukkan tren yang bervariasi, namun mayoritas mulai berangsur pulih.
“Kondisi tadi saya konfirmasi ke guru BK-nya dalam artian sudah mulai ada yang membaik. Ataupun juga yang masih dalam pemantauan tidak karena masing-masing orang keluarnya bisa berbeda-beda,” jelasnya.
Beruntung, meski insiden ini sempat memicu kekhawatiran, hingga Rabu sore belum ada laporan mengenai siswa yang harus mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan.
“Sampai saat ini belum ada yang rawat inap,” ungkapnya. (dit/ari)

