Menurutnya, tindakan itu seolah melecehkan masyarakat yang sedang berduka.
“Yang lebih membuat saya jengkel, truk itu melintas di jalan raya dua hari setelah banjir terjadi. Dengan teknologi seperti sekarang, hal ini terjadi di depan mata kita,” lanjutnya.
“Ini benar-benar menyakitkan, Pak Menteri. Dalam istilah Jawa, ini seperti ‘ngece’, mengejek rakyat Indonesia.
Baru saja terjadi bencana, tetapi perusahaan itu dengan santainya melintas di depan kita. Sikap seperti ini sangat melukai dan merendahkan masyarakat,” imbuhnya.
Titiek juga menegaskan bahwa ia tidak sepakat jika Kementerian Kehutanan hanya sebatas menunda penerbitan izin baru terkait pemanfaatan hutan.
Ia mendesak agar praktik penebangan hutan yang merugikan rakyat dapat segera dihentikan sepenuhnya. (**)

