Mainberita – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, menayangkan sebuah potongan video yang memperlihatkan gelondongan kayu terbawa banjir saat rapat dengan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
Ia menyampaikan harapan agar peristiwa memilukan seperti itu tidak kembali terjadi.
Dalam video yang diputar di ruang rapat Komisi IV, terlihat sebuah truk mengangkut batang-batang pohon berukuran besar.
Disebutkan bahwa aktivitas pengangkutan kayu tersebut terjadi tidak lama setelah bencana melanda wilayah utara Pulau Sumatera.
“Pak Menteri, terus terang saya merasa sedih, miris, dan juga marah. Bayangkan, kayu dengan diameter 1,5 meter itu membutuhkan ratusan tahun untuk tumbuh.
Siapa yang berani menebang pohon sebesar itu seenaknya? Apa salah pohon itu? Padahal selama ini memberi banyak manfaat bagi manusia,” ujar Titiek dalam rapat tersebut.
Ia mengaku prihatin melihat pengangkutan kayu dilakukan ketika Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara tengah dilanda bencana.
Menurutnya, tindakan itu seolah melecehkan masyarakat yang sedang berduka.
“Yang lebih membuat saya jengkel, truk itu melintas di jalan raya dua hari setelah banjir terjadi. Dengan teknologi seperti sekarang, hal ini terjadi di depan mata kita,” lanjutnya.
“Ini benar-benar menyakitkan, Pak Menteri. Dalam istilah Jawa, ini seperti ‘ngece’, mengejek rakyat Indonesia.
Baru saja terjadi bencana, tetapi perusahaan itu dengan santainya melintas di depan kita. Sikap seperti ini sangat melukai dan merendahkan masyarakat,” imbuhnya.
Titiek juga menegaskan bahwa ia tidak sepakat jika Kementerian Kehutanan hanya sebatas menunda penerbitan izin baru terkait pemanfaatan hutan.
Ia mendesak agar praktik penebangan hutan yang merugikan rakyat dapat segera dihentikan sepenuhnya. (**)


