Mainberita – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mendapatkan permintaan maaf resmi dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Blitar setelah sebelumnya sempat meragukan kredibilitas federasinya.
Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMAN 1 Kota Blitar, Wiwik Astutik. Ia mengakui bahwa pihak sekolah kurang memahami informasi tentang FPTI sehingga sempat mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa sertifikat dari FPTI diragukan keabsahannya.
“Atas nama keluarga besar SMAN 1 Kota Blitar, kami mohon maaf. Mungkin ada miskomunikasi dan kurang literasi kami sehingga muncul pernyataan seperti yang beredar di media,” ujar Wiwik Astutik.
Permasalahan ini bermula ketika SMAN 1 Kota Blitar menolak seorang calon peserta didik berprestasi yang berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.
Saat dimintai penjelasan mengenai penolakan tersebut, pihak sekolah beralasan bahwa sertifikat yang diajukan atlet panjat tebing tersebut diterbitkan oleh lembaga yang dianggap kurang memiliki kredibilitas.
Akibat pernyataan itu, atlet panjat tebing tersebut gagal diterima di SMAN 1 Kota Blitar melalui jalur prestasi. Pihak FPTI kemudian menanggapi pernyataan sekolah tersebut dengan meminta klarifikasi resmi dari pihak sekolah dan cabang dinas terkait.

