Hal senada disampaikan Justin Hubner. Bek Timnas yang akrab dijuluki “preman” ini bereaksi keras setelah muncul editan polaroid AI yang menampilkannya seolah sedang berciuman dengan seorang perempuan.
Dalam unggahannya, Hubner mengingatkan bahwa editan semacam ini bisa menyinggung perasaan orang-orang terdekatnya.
“Teman-teman, bisakah kita berhenti membuat editan seolah aku mencium wanita lain? Satu-satunya yang kuinginkan adalah Jen,” tulis Hubner di Instagram Story.
Kontroversi ini pun memicu perdebatan di kalangan warganet. Ada yang menilai tren Polaroid AI menyenangkan karena memberi pengalaman berfoto dengan idola secara instan.
Namun, kasus yang menimpa pemain Timnas Indonesia juga memperlihatkan sisi lain: teknologi bisa berdampak negatif jika digunakan tanpa memperhatikan batas etika dan privasi. (*)

