Bab 3: Retaknya Keyakinan
Setahun berlalu, dan hubungan mereka mulai terasa berubah.
Bukan hanya jarak yang memisahkan, tapi juga rasa curiga yang semakin mengakar.
“Kok kamu lama bales chat, Gina? Sibuk banget, ya?” tanya Angga suatu malam.
Gina, yang baru pulang kerja, mengusap wajah lelahnya.
“Ya Allah, Ga. Aku capek banget, baru selesai lembur. Kamu tuh nggak bisa sedikit lebih percaya sama aku?”
1 2

