Menjaga kebugaran tubuh menjadi hal penting, konsumsi makanan bergizi, cukup tidur, serta rajin berolahraga ringan di rumah. Satu hal sederhana tapi sering terlupa: tetap menjaga suasana hati agar tidak ikut “mendung” bersama langit.
Dari sisi lain, dampak ekonomi juga terasa nyata. Hujan panjang membuat aktivitas perdagangan menurun. Pedagang kaki lima, ojek, dan pekerja harian terpaksa mengurangi jam kerja karena cuaca tak menentu. Harga bahan pangan di beberapa pasar mulai bergerak naik, terutama sayuran segar dan bahan kebutuhan pokok.
Namun bagi petani, hujan adalah awal harapan baru. Lahan kering mulai basah, sawah kembali siap ditanami, dan musim tanam akan segera dimulai. Alam memang selalu punya keseimbangannya sendiri: ada yang diuji, ada pula yang diberi.
Musim hujan di Tulungagung kali ini seolah membawa pesan yang sederhana namun dalam. Bahwa di tengah derasnya air dan beratnya ekonomi, manusia dituntut untuk tetap siaga, menjaga kesehatan, dan tidak berhenti bekerja, karena kehidupan tak pernah menunggu cuaca cerah.

