Dalam video tersebut, Uya juga menunjukkan coretan berisi kata-kata hinaan di dinding bagian depan rumahnya. Ekspresi wajahnya memperlihatkan kekecewaan mendalam.
Baginya, bukan hanya kerugian materi yang menyakitkan, tetapi lebih kepada luka karena keluarga ikut menjadi korban amarah massa.
Diketahui, penjarahan rumah Uya Kuya terjadi pada 30 Agustus 2025.
Massa tidak hanya merusak dan mengambil barang-barang pribadi milik Uya, tetapi juga membawa kabur koleksi anak-anaknya, hasil jerih payah keluarga, hingga barang milik mertua, adik ipar, dan karyawan yang tinggal di rumah tersebut. (*)
1 2

