Even bintang NFL seperti Travis Kelce juga disebut tertarik mengikuti tren gerakan tersebut.
Pacu Jalur adalah tradisi lomba perahu panjang di Kuantan Singingi, Riau, sejak abad ke-17. Dahulu jalur berfungsi sebagai alat transportasi manusia dan hasil pertanian di Sungai Batang Kuantan.
Perahu jalur terbuat dari kayu utuh panjang 25–40 meter dengan 45–60 pendayung.
Dalam setiap tim, anak coki (togak luan) berdiri di haluan kapal untuk memberi semangat dan sinyal posisi tim—gerakannya juga punya fungsi strategis menjaga keseimbangan saat perahu melaju cepat.
Viralitas tarian bocah Pacu Jalur menghidupkan kembali tradisi daerah yang kaya nilai kebersamaan, keberanian, dan kreativitas. Tren ini juga membuka peluang Pacu Jalur makin dikenal sebagai intangible cultural heritage Indonesia, mungkin bahkan didaftarkan ke UNESCO .
| Hal yang Muncul | Dampaknya |
|---|---|
| Budaya lokal | Dikenal dunia, memperkuat identitas Riau |
| Media sosial | Menyatukan konten kreatif global |
| Wisata & edukasi | Bawa Pacu Jalur ke spotlight dan tourism |
Tren “Aura Farming” melalui tarian bocah Pacu Jalur adalah contoh nyata dari budaya lokal yang sukses go global lewat kekuatan media digital. Dengan gerakan sederhana yang memikat, tradisi Kuantan Singingi yang berumur ratusan tahun kini menjadi inspirasi global—dari TikTok hingga lapangan sepak bola di Eropa.

