Sebagian pengguna internet menilai bahwa penurunan rating bukan hanya bentuk protes, tetapi juga peringatan agar pihak pengelola lebih serius dalam meningkatkan standar keselamatan pendaki, khususnya wisatawan asing yang mungkin kurang memahami medan.
Insiden ini juga memunculkan diskusi di berbagai forum tentang pentingnya briefing keselamatan, penyediaan jalur yang jelas, serta perlunya pendamping lokal atau guide resmi bagi pendaki pemula maupun pendaki asing.
Banyak pendaki berpengalaman mengingatkan bahwa Gunung Rinjani memiliki jalur yang terjal, kondisi cuaca yang cepat berubah, dan jalur dengan tebing curam. Persiapan fisik, perlengkapan memadai, serta disiplin mengikuti instruksi guide lokal menjadi faktor penting agar risiko kecelakaan dapat ditekan.
Kejadian tragis ini diharapkan menjadi evaluasi bagi semua pihak, baik pengelola kawasan wisata, pemerintah daerah, maupun wisatawan itu sendiri. Edukasi, fasilitas, dan pengawasan perlu ditingkatkan agar Gunung Rinjani tetap menjadi destinasi pendakian kebanggaan Indonesia yang aman untuk semua.
Gunung Rinjani memang indah, tetapi medan pendakiannya menuntut persiapan matang dan kepatuhan pada aturan keselamatan. Semoga insiden ini membuka mata banyak pihak agar keselamatan wisata alam di Indonesia makin diperhatikan, sehingga tragedi serupa tidak terulang lagi. (*)

