Sanksi dan kritik publik sejatinya bukan untuk menjatuhkan, tapi menjadi alarm bahwa penonton masa kini punya kesadaran etis yang tinggi. Mereka menuntut konten yang informatif tanpa melecehkan, menghibur tanpa menistakan, serta berani tanpa kehilangan adab.
Dalam konteks ini, momentum #BoikotTrans7 semestinya dipandang sebagai refleksi Bersama, bukan sekadar kesalahan satu program, tapi sinyal agar dunia penyiaran nasional melakukan introspeksi. Bahwa di balik teknologi canggih dan rating tinggi, ada tanggung jawab moral yang tidak boleh diabaikan. Dan mungkin, inilah saat yang tepat bagi media Indonesia untuk kembali menemukan jati dirinya : menjadi cermin bangsa, bukan sekadar layar hiburan.
1 2

