Mainberita – Fenomena kesenjangan sosial tengah menjadi tren viral di platform TikTok. Banyak pengguna membuat konten yang menyoroti perbedaan kelas sosial melalui bentuk humor sederhana namun menyentil, memancing beragam reaksi dari warganet.
Tak sedikit yang merasa terhibur, namun ada pula yang menyayangkan tren ini karena dianggap menyentuh isu sensitif secara dangkal.
Tren ini biasanya berbentuk video singkat berisi dua kalimat yang menggambarkan perbedaan pengalaman atau persepsi berdasarkan latar belakang ekonomi.
Salah satu contoh paling populer adalah ketika suara kipas angin dianggap sebagai suara hujan—hal yang dianggap lucu namun mencerminkan perbedaan cara pandang terhadap realitas sehari-hari.
Contoh lainnya seperti, “Yang kamu maksud AYCE adalah all you can eat, tapi di otak aku es krim,” menunjukkan kontras antara seseorang yang terbiasa dengan restoran buffet mahal, dan orang lain yang menganggap ‘makan sepuasnya’ cukup dengan es krim murah.
Bentuk kesenjangan ini menjadi bahan candaan, namun tetap merefleksikan realita yang dialami sebagian masyarakat.

