Mainberita – Ngemil sering dianggap sebagai kebiasaan buruk yang menyebabkan berat badan naik atau perut buncit. Namun, faktanya, ngemil tidak selalu merugikan—asal dilakukan dengan cara yang tepat, ngemil justru bisa mendukung kesehatan dan produktivitasmu. Yuk, ubah cara pandang dan kebiasaan ngemil agar jadi lebih bermanfaat!
1. Kenali Tujuan Ngemil: Energi, Bukan Pelarian
Banyak orang ngemil karena bosan, stres, atau bahkan hanya karena iseng. Kebiasaan ini bisa membuat kita mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak secara berlebihan. Cobalah untuk lebih sadar:
“Apakah aku lapar atau hanya butuh hiburan?”
Ngemil seharusnya menjadi cara untuk:
- Menambah energi di sela waktu makan
- Menstabilkan gula darah
- Meningkatkan fokus saat bekerja atau belajar
2. Pilih Camilan yang Bernutrisi
Kunci ngemil yang bermanfaat adalah kualitas, bukan hanya kuantitas. Camilan sehat bisa memberikan gizi tambahan yang penting. Beberapa contoh camilan sehat:
- Buah-buahan segar (pisang, apel, berry)
- Kacang-kacangan (almond, kenari, tanpa garam atau gula tambahan)
- Yogurt rendah lemak (boleh tambah madu atau chia seed)
- Dark chocolate (70% kakao) dalam jumlah kecil
- Oat cookies homemade tanpa pemanis buatan
3. Atur Waktu dan Porsi Ngemil
Ngemil yang tidak terjadwal cenderung menyebabkan asupan kalori berlebih. Tips sederhana:
- Ngemil 1–2 kali di antara waktu makan besar
- Gunakan wadah kecil atau takaran tertentu, jangan langsung dari bungkus
- Hindari ngemil lewat jam 8 malam (kecuali butuh energi tambahan setelah olahraga)
4. Siapkan Camilan Sendiri

